Thursday, July 19, 2007

Untuk Dindaku diatas Pusaramu

hari ini tepatnya tadi siang ada kabar yang bener2 membuat ku sedih

Awal ceritanya :

beberapa hari aku dirumah sakit dengan segala keluhan rasa sakit yang aku rasakan. Aku ngerasa seperti orang paling cengeng disana. disebelahku seorang anak umur 6 tahun...... tak mampu menggerakan kakinya... kaku ... mati rasa ... dia masih bisa tertawa... bercanda dan selalu terlihat bahagia dipagi hari

" pagi mba ........ mau beli bubur bareng dinda ga ? " itu pagi pertama dia menyapaku ....

" boleh ..... kita pergi bareng ya kedepannya " kamipun pergi bersama2. aku yang menggunakan kursi roda dan dia yang lebih suka digendong ayahnya kemanapun dia pergi ...

" mba ga boleh nangis kalo malem .... kaki mba sakit ya klo malem ? dinda juga sakit tp papa ntar ikut nangis klo dinda nangis " Aku kaget ... anak umur 6 tahun begitu mengerti arti kesedihan bagi orangtuanya.... Saat itu aku berjanji untuk tidak lagi menangis disaat aku merasakan kesakitan... bukan karena aku kuat tp karena aku tak ingin membuat ayahku sedih ..... Pagi itu aku lalui dengan makan bubur bersama.... selsai makan .. kamipun kembali naik ke kamar dan dimeja telah tersedia makanan yang disiapkan untuk pasien... aku tak memakannya ... bukan karena tak enak.. (toh aku juga belum pernah mencobanya ) tp karena letak pantry yang bersebelahan dengan kamar mandi yang sering aku datangi terluhat tidak bersih dan aku memutuskan untuk tidak memakan makanannya ...

siang itu tiba giliran dinda disuntik .... sudah ke 3 kalinya dia disuntik dibagian kakinya .... dan seperti 2 sebelumnya dia kembali menggigil demam tinggi ... kedua orang tuanya tak henti memanjatkan doa, dan seperti sebelumnya juga Dinda hanya menggigil tanpa menangis ... 2 jam dia lalui dengan menggigil hingga akhirnya tertidur pulas.....

Aku dan dinda akhirnya tidak lagi 1 ruangan.. karena alasan medis aku dipindahkan dari rungan itu ke ruangan lainnya.

Terakhir aku bertemu Dinda adalah saat aku akan keluar dari RS. dia masih diruangan yang sama... dengan infus yang sama .... dan boneka yang sama ... saat itu aku ingat kalau dinda selalu menggigil setelah disuntik .... aku yang saat itu akan meninggalkan RS merasa tak begitu memerlukan selimut lagi .. sebagai kenang-kenangan aku berikan selimutku padanya ... harapku bisa memberikan kehangatan disaat dia tak kuasa menahan efek dari obatnya...

"mba pulang hari ini ya ? cepet sembuh ya mba ... jangan lupa doain dinda .. dinda udh pengen pulang .. capek disini mulu " ujarnya tp tak menagis dia malah tesenyum dan mencium tanganku santun.

dalam hati kupanjatkan doa agar dia segera sembuh ..

dan hari ini , setelah sekian lama aku selalu sms dan menanyanya kabarnya, tp kali ini berbeda... teleponku berbunyi pukul 1 siang ... bukan dinda yang bicara .. tp ayahnya suaranya berat " mba saya minta doanya ya ..... dinda beberapa jam yang lalu telah Tiada .. "

Seperti mimpi dan kuharap ini mimpi ... tp ini nyata

Untuk dindaku

Kaka ga akan nangis

karena kaka tau dinda mau pulang

kini dinda telah pulang

dinda sudah sembuh

dan kesembuhan itu telah menjadi kekal

* salam sayangku untuk dindaku yang mengajariku untuk selalu tersenyum *

No comments: